Kamis, 16 Desember 2010

6 Cara Alami Menghilangkan Jerawat

Sudah menjadi rahasia umum bahwa keberadaan jerawat (terutama di wajah) akan sangat berpengaruh terhadap rasa percaya diri orang yang menderitanya. Maka dari itu setiap orang yang berjerawat pasti akan mati-matian berusaha agar makhluk bernama jerawat itu dapat segera dienyahkan dari wajah ataupun bagian tubuh lainnya.

Bagi mereka yang berdompet tebal mah menghilangkan jerawat bukan masalah yang sulit. Tinggal pergi ke salon perawatan kulit yang mahal, ikuti terapinya, gunakan produknya, selesai deh. Tapi bagaimana dengan mereka yang berdompet tipis(seperti saya ini misalnya)? Apakah tidak ada harapan untuk menghilangkan jerawat dengan biaya yang murah?
Tentu saja ada, banyak malah. Berikut beberapa cara tradisional/alami yang bisa kalian coba untuk membantu menghilangkan jerawat :
  1. Bawang Putih
  2. Ada dua pilihan dalam menggunakan bawang putih untuk menghilangkan jerawat. Pertama dengan menumbuk dua atau lebih bawang putih hingga cukup halus lalu dioleskan ke bagian wajah yang berjerawat. Diamkan selama 10 menit lalu bilas. Sedangkan cara kedua adalah dengan memakan satu atau lebih bawang putih setiap hari. Banyak yang mengatakan kedua cara ini cukup efekktif, namun bagi kalian yang tidak menyukai bau bawang putih mungkin lebih baik menempuh cara yang lain. Jangan khawatir masih banyak cara alami lainnya yang akan saya jelaskan di bawah ini.
  3. Putih Telur
  4. Bagaimana caranya? Mudah saja. Pisahkan kuning telur dan ambil putih telurnya saja. Kocok sebentar lalu oleskan ke wajah dan diamkan selama 15 menit. Putih telur ini akan membantu mengurangi minyak di wajah yang seringkali menyebabkan timbulnya jerawat.
  5. Pasta Gigi
  6. Satu hal yang perlu diingat disini pasta gigi yang digunakan adalah yang bentuknya pasta(seperti Pepsodent) bukan yang bentuknya gel(seperti Close Up). Caranya hampir sama denga kedua cara di atas. Oleskan pasta gigi ke jerawat dan bagian lain di sekitar jerawat tersebut sebelum tidur. Biarkan semalaman/sampai pagi kemudian bilas dengan air bersih.
  7. Lidah Buaya
  8. Ambil satu daun lidah buaya, potong beberapa bagian, kelupas kulit luarnya, oleskan di bagian yang muncul jerawat, dan ulangi melakukan cara ini tiap pagi dan sore. Jika kalian cukup telaten, jerawat mungkin akan dapat mongering dan mengelupas selama 3 hari. Selain itu lidah buaya juga mampu menghilangkan bekas jerawat yang membandel. Sekali lagi kuncinya hanya satu, TELATEN!
  9. Tomat
  10. Buah yang satu ini selain bagus untuk kesehatan mata juga cukup efektif menghilangkan komedo hitam(blackheads). Yang pertama harus dilakukan adalah mengiris tomat menjadi dua lalu oleskan ke seluruh wajah yang berjerawat dan biarkan selama 15 menit – 1 jam kemudian bilas.
  11. Lemon/Jeruk Nipis + Air Mawar
  12. Lemon, jeruk nipis dan buah-buah sebangsanya mengandung citric acid yang sangat kaya, dimana citric acid ini sangat baik untuk memindahkan sel-sel kulit yang mati yang bisa menyebabkan jerawat. Caranya yaitu dengan mencampurkan jus/perasan lemon dengan air mawar kemudian oleskan di wajah dan biarkan selama 10-15 menit. Setelah itu bilas dengan air hangat. Penerapan terapi ini secara rutin dan konsisten selama 15 hari akan memberikan hasil yang cukup luar biasa(sudah banyak yang membuktikan, termasuk saya).
Keenam cara alami untuk menghilangkan jerawat yang telah saya sebutkan di atas tidak harus kalian lakukan semua. Kalo kalian termasuk pemalas(seperti saya), pilih saja salah satu cara yang menurut kalian paling mudah dilakukan. Jalankan selama minimal 15 hari secara rutin, jika tidak ada perubahan baru coba cara yang lain. So, Selamat Mencoba…
di 7:45:00 PM


UNGKAPAN YANG TAK SAMPAI

# Setiap malam mulai terdangar
# Di kala sunyi  menyambut angan-angan
# Hatikun terdesak mengingat namamu
# Yang selalu terpendam dalam denyut nadiku

# Wahai kua zat yang maha mulia
# Betapa sempurna engkau mencviptakannya
# Dengan paras wajah yang anggun nan mempesona
# Wahai engkau insan yang tiada tara
# Aku ingin engkau membagi rasa

# Walaupun dengan rasa tersiksa
# Kuharapkan dirimu tanpa dosa
#  wahai engkau si pelapang dada 
# Izinkan aku berusaha untuk mengisi ruang hampa yang ku derita

Sabtu, 11 Desember 2010

POER _S1L4M

aquu adalah dirimuu
darahku mengalir di nadimuu
seperti rasa aquu tak ingin terlalu jauh darimuu
matamuu yang menarik hatikuu
sehingga lukakuu mendingin dengan sentuhan kalbumuu
maka dari itu janganlah sekali kali kauu pergi tinggalkan aquu dan cinthaa kuu.

MY INDONESIA




From Wikipedia, the free encyclopedia
Jump to: navigation, search
Republic of Indonesia
Republik Indonesia
Flag Coat of arms
MottoBhinneka Tunggal Ika  (Old Javanese)
Unity in Diversity

National ideology: Pancasila[1]
AnthemIndonesia Raya
Capital
(and largest city)
Jakarta
6°10.5′S 106°49.7′E / 6.175°S 106.8283°E / -6.175; 106.8283
Official language(s) Indonesian
Demonym Indonesian
Government Unitary presidential republic
 -  President Susilo Bambang Yudhoyono
 -  Vice President Boediono
Independence following Dutch colonial rule 
 -  Declared 17 August 1945 
 -  Acknowledged 27 December 1949 
Area
 -  Land 1,919,440 km2 (16th)
735,355 sq mi 
 -  Water (%) 4.85
Population
 -  2009 estimate 238,000,000[2] (4th)
 -  2010 census 237,556,363 
 -  Density 123.76/km2 (84th)
323.05/sq mi
GDP (PPP) 2010 estimate
 -  Total $1.027 trillion[3] 
 -  Per capita $4,379[3] 
GDP (nominal) 2010 estimate
 -  Total $670.421 billion[3] 
 -  Per capita $2,858[3] 
Gini (2002) 34.3 
HDI (2007) increase 0.734[4] (medium) (111th)
Currency Rupiah (IDR)
Time zone various (UTC+7 to +9)
 -  Summer (DST) not observed (UTC)
Drives on the Left
ISO 3166 code ID
Internet TLD .id
Calling code +62








































GDP (PPP) 2010 estimate
 -  Total $1.027 trillion[3] 
 -  Per capita $4,379[3] 
GDP (nominal) 2010 estimate
 -  Total $670.421 billion[3] 
 -  Per capita $2,858[3] 
Gini (2002) 34.3 
HDI (2007) increase 0.734[4] (medium) (111th)
Currency Rupiah (IDR)
Time zone various (UTC+7 to +9)
 -  Summer (DST) not observed (UTC)
Drives on the Left
ISO 3166 code ID
Internet TLD .ib
Calling code +62             From Wikipedia, the free encyclopedia     

my feel

Tiada hari tanpa hembusn nafas yg tak pernah lelah ini,
detik, jam, hari, bulan, dan berlnjut bergantinya tahun terlewati........


Semua berlalu dengan begitu cepat tanpa tersadari semua yng telah aku lewatia,
terkadang resah, terkadang gelisah, yang selalu menemaniku.....


Warna-warni kehidupan tak dapat kupungkiri keindahannya,
dan membuat aku terlane di dalamnya........


apkah RASAKU sama dengan apa yang di rasakan orang lain..............?
aku tak bisa menjawab ini semua........


tapi yang terpenting bagiku yaitu, melakukan hal yang terbaik bagiku.

Senin, 06 Desember 2010

Indonesia di Antara Belanda dan Jerman

Font size: Decrease font Enlarge font
image
Irfan Bachdim.
"Yang saya pikirkan saat ini hanyalah bagaimana membantu tim meraih kemenangan atas Laos. Saya tak ingin memikirkan semua pemberitaan tentang keber­hasilan di pertandingan pertama. Saya juga tidak menargetkan harus mencetak gol."
Inilah salah satu materi perbincangan saya dengan Irfan Bachdim, Jumat (3/12) siang, di Hotel Sultan, Jakarta. Tawaran untuk berjumpa Irfan dari seorang sahabat yang menjadi sosok kepercayaan striker anyar timnas itu tak saya sia-siakan.
Penampilan Irfan dalam debutnya berkostum Merah-Putih melawan Malaysia di pertandingan pertama penyisihan Grup A (1/12) telah mengundang decak kagum. Sontak, ia mem­punyai lebih dari 44 ribu pengikut di Twitter.
Bagi saya, bukan soal kemenang­an semata yang mem­­buat anak muda kelahiran Belanda ini menonjol. Tapi ia mem­beri pembedaan dalam tim nasional yang selama ini kita kenal.
Dalam diskusi kecil bersama sejumlah kenalan di Stadion Gelora Bung Karno usai menyak­sikan kemenangan 5-1 Indonesia atas Malaysia itu, nama Irfan Bachdim nyaris muncul pertama dalam daftar pujian mereka.
Daya juang dan kemauannya mencari kemenangan menjadi sisi yang begitu menonjol.
Tentu saja saya ingin tahu apa tanggapannya menyikapi reaksi positif masyarakat. "Saya tak menyangka akan seperti ini. Terima kasih atas semua pujian. Saya hanya ingin ber­main mengenakan kostum tim nasional Indonesia."
Walau telah berulang kali membaca alasan kedatangan Irfan ke Tanah Air dan memilih Indonesia sebagai negara yang dibela, saya harus menanyakan langsung kepadanya.
Jawabannya sungguh menyenang­­kan. Katanya, "Indo­nesia ada di darah saya. Saya ingin membuat orang tua saya bangga dengan mengenakan kostum tim nasional."
Irfan lahir dan dibesarkan di Belanda. Ia baru beberapa bulan berada di Indonesia dan masih belum menguasai bahasa asal ayahnya, Noval Bachdim. Tapi daya juangnya mempersembahkan kemenangan yang dinanti-nanti publik sepak bola Indonesia seolah tidak memperlihatkan dirinya masih asing di negara ini.
Walau tak penuh, darah Indonesia di tubuhnya seperti menggelora membela harga diri bangsa ini di hadapan tetangga yang semakin kurang ajar dan memancing kemarahan kita. Itu pula sebabnya publik mulai membanding-bandingkan Irfan dengan Boaz Solossa yang menolak panggilan tim nasional tepat waktu.
Siapa sangka, awalnya anak muda berusia 22 tahun ini di pandang sebelah mata oleh sebagian insan sepak bola kita. Keinginan Irfan menjadi warga negara Indonesia adalah pilihan­nya karena sadar persaingan mengetuk pintu tim nasional Belanda terlalu berat baginya.
"Saya tidak memilih dengan terpaksa. Sekali lagi, Indonesia adalah pilihan terbaik yang saya ambil dan saya sungguh ingin membuat orang tua bahagia," ujar Irfan sambil mengenang kesulit­an yang ia alami sejak datang ke Tanah Air serta ditolak Persija dan Persib.
Itu sebabnya, Irfan mengaku tak akan bisa melupakan sosok bernama Timo Scheunemann. Pelatih Persema tersebut seperti memulihkan kepercayaan diri Irfan ketika mengajaknya ber­gabung di klub Malang tersebut.
"Saya sangat hormat padanya. Hanya Timo yang percaya bahwa saya mampu bermain di Liga Indonesia dan bisa menembus tim nasional seperti impian saya," kata Irfan.
Irfan yang lahir dan besar di Amsterdam, Belanda, serta Timo Timo Scheunemann, pria Jerman yang lahir di Kediri, Jawa Timur. Bila Irfan mampu tampil konsisten dan mengembalikan harga diri sepak bola kita di kawasan Asia Tenggara, sosok Timo-pun layak dipuji.
Belum tentu kita akan melihat aksi-aksi Irfan menggantikan peran Bambang Pamungkas di lini depan Tim Garuda bila seandainya dia tidak jatuh ke pelukan Timo.
Tentu saja kita perlu memberi batas pujian terhadap Irfan. Jalan­nya masih panjang dan berliku. Seperti ia tegaskan pada saya, "Yang terpenting adalah kemenangan Indonesia, bukan tentang saya atau berapa gol yang akan saya cetak di pertandingan berikut." #

Weshley Hutagalung
Bookmark and Share

Latihan Pertama Kaka Pascacedera

Setelah menghabiskan waktu kurang lebih empat bulan untuk memulihkan cedera, untuk pertama kalinya Kaka melakukan latihan di luar ruangan.
Beberapa waktu sebelumnya Real Madrid menyatakan bahwa pemain berusia 28 tahun itu sudah pulih dari cedera lutut dan dia akan segera kembali berlatih dalam waktu dekat. Hari ini, raksasa Spanyol yang baru saja dipermalukan rival abadinya, Barcelona mengumumkan bahwa Kaka telah kembali dan berlatih di lapangan.

"Di bawah pengawasan tim medis Madrid dan pelatih kebugaran Carlos Lalin, Kaka berlatih kekuatan dan kecepatan dengan tujuan membangun stamina sebagai tahap lanjutan proses penyembuhannya," tulis pernyataan yang dilansir dari situs resmi El Real.

Hadirnya Kaka di lapangan dan melakukan latihan-latihan ringan bukan berarti dalam waktu satu atau dua pekan ke depan dia siap kembali ke skuad. Gelandang asal Brasil itu diperkirakan baru dapat kembali merumput pada Januari mendatang setelah benar-benar pulih dari cedera.

Wisnu Nova Wistowo